Showing posts with label gambar. Show all posts
Showing posts with label gambar. Show all posts

Thursday, January 29, 2015

Bermain Boi-Boian Bersama Teman

Boi-boian adalah permainan tradisional yang berasal dari jawa. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Anak-anak pedesaan sering memainkannya pada sore hari. Kita tidak pernah lagi menjumpai permainan tradisional ini. Boi-boian hampir sama dengan permainan bowling. Kita harus melempar bola ke sasaran yang akan dituju. Untuk membuat bola, kita bisa menggunakan kertas yang digulung kemudian diikat dengan karet gelang atau kita bisa menggunakan bola kasti. Setelah itu, kita mengumpulkan pecahan batu atau genteng yang nantinya akan disusun menjadi piramida.

Permainan ini terdiri dari dua kelompok. Satu kelompok bertugas untuk melempar bola sedangkan satunya menyusun kumpulan batu menjadi piramida atau tersusun ke atas. Semakin banyak anggota yang ikut, semakin seru permainan ini. Permainan ini membutuhkan kecepatan dalam menyusun kumpulan- kumpulan batu dan kerja sama sesama anggota juga dibutuhkan.


Gambar 1. Melempar Bola

Kelompok yang bertugas melempar harus bisa melempar hingga mengenai sasaran. Usahakan kita melempar bola tersebut sekencang mungkin, sampai kumpulan batu yang disusun oleh tim lawan terjatuh. Saat melempar bola harus dilakukan secara bergantian dengan sesama anggota. Nantinya ada tim lawan yang akan menghadang serangan bola yang dilempar. Jika ada lemparan bola tersebut yang mengenai anggota lawan berarti anggota tersebut tidak bisa melanjutkan permainan.


Gambar 2. Susunan Batu Menjadi Piramida

Kelompok yang bertugas menyusun batu, harus bisa menyusun sampai membentuk piramida. Jika tumpukan batunya terjatuh terkena bola, tim tersebut harus kembali menyusun batu yang terjatuh. Dalam kelompok tersebut, satu orang harus menjaga supaya tumpukan batu tersebut tidak terjatuh. Jika ada bola yang mengenai kelompok penyusun atau penjaga batu, berarti dia gugur. Anggota yang terkena lemparan bola tidak bisa ikut permainan dan berarti anggota dalam kelompok tersebut berkurang. Usahakan untuk menyusun kumpulan batu tersebut dengan cepat supaya tidak bisa dirobohkan oleh tim penyerang. Permainan ini akan selesai, jika tim penyusun berhasil menyusun batu sampai membentuk piramida. Setelah batu batu tersebut telah selesai tersusun, tim penyusun harus cepat cepat mengatakan “Boi”. Nantinya tim penyerang akan bergantian menjadi tim yang menyusun kumpulan batu-batu tersebut sedangkan kelompok satunya bertugas sebagai penyerang.


Gambar 3. Permainan Boi-Boian

Permainan Boi-boian ini sangat bermanfaat sekali bagi anak anak. Banyak hal hal yang positif yang bisa kita ambil dari permainan ini. Permainan ini bisa mengajarkan anak anak tentang kerja sama sesama anggota dan bisa melatih kecepatan fisik. Permainan tradisional ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini tidak terlalu bahaya bagi anak-anak sehingga orang tua tidak perlu khawatir. Kita tahu bahwa permainan ini wajib diperkenalkan kepada anak-anak sehingga permainan tradisional ini tidak hilang begitu saja.

Wednesday, January 28, 2015

Cara Asyik Bermain Kelereng

Permainan kelereng adalah permainan yang menggunakan bola kelereng (di beberapa tempat disebut juga “gundu”). Permainan kelereng adalah salah satu permainan tradisional yang ada di kalangan anak anak dan Jaman dulu begitu populer sekali. Biasanya permainan ini dimainkan dengan cara disentil atau dimainkan di tanah. Jaman sekarang ini, permainan ini jarang sekali ditemukan. Waktu kecil, pasti kita ingat waktu sekolah pasti kita memainkan kelereng bersama teman kita. Sekarang permainan ini jarang ditemukan karena seiring perkembangan jaman, dan banyak ditemukan mainan mainan model terbaru yang menarik perhatian. Biasanya, permainan ini dimainkan di tanah dan disentil seperti gambar di bawah ini. Jika permainan ini dilakukan dengan teman teman pasti sangat menyenangkan sekali.

Kali ini, saya akan mempunyai cara unik bermain kelereng. Cara permainan kali ini, berbeda dari biasanya. Permainan ini tidak begitu sulit dari biasanya. Berikut cara permainan kelereng yang akan saya bahas:

1. Membuat kelompok

Permainan ini harus beranggotakan lebih dari satu orang. Setiap anggota harus memiliki beberapa kelereng. Setiap kelereng yang dipegang nantinya akan ditebak oleh orang lain. Dalam permainan ini, harus dilakukan secara kelompok karena nantinya semua kelereng akan di tebak oleh anggota yang lain secara bergantian. Sebaiknya, untuk permainan ini harus memiliki kelereng lebih dari lima biji.


Gambar 1. Bermain kelereng di pinggir rel kereta

2. Menggenggam kelereng yang diambil

Kita mengambil kelereng yang diambil dan genggam di tangan. Kita harus mengingat jumlah kelereng yang kita pegang. Nantinya kita harus bisa menebak jumlah semua kelereng semua teman kita. Seandainya, kita mengambil kelereng lima biji di tangan, jangan sampai anggota lain tahu jumlah kelereng yang dipegang. Usahakan kita menggenggam kelereng yang rapat di tangan kita, jangan sampai kelihatan. Cara menggenggam kelereng seperti gambar di bawah ini:


Gambar 2. Menggenggam kelereng

3. Menyebutkan jumlah kelereng

Setelah semua anggota menggenggam masing-masing kelereng di tangan, dimulai oleh orang pertama untuk menyebutkan satu angka yang merupakan perkiraan jumlah keseluruhan kelereng dalam kelompok tersebut. Sebagai contoh, saya menyebutkan angka 20 sebagai angka yang saya pilih sedangkan yang lain tidak boleh menyebutkan angka yang sama. Angka tersebut disebutkan secara bergantian oleh setiap anggota yang lain. Misalkan anggota lain menyebutkan angka 10, 16 dan 17.

4. Memperlihatkan kelereng yang digenggam di tangan

Setelah itu, semua anggota memperlihatkan kelereng yang ada ditangannya. Anggota yang menyebutkan angka yang sesuai dengan jumlah keseluruhan kelereng, dia berhak mendapatkan semua kelereng yang digenggam oleh anggota lain. Setelah semuanya memperlihatkan kelereng yang dipegang masing-masing, dan ternyata jumlah semua kelereng ada di tangan teman saya dan saya semuanya berjumlah 20. Angka yang saya pilih adalah benar berarti semua kelereng yang dipegang oleh teman saya menjadi milik saya.


Gambar 3. Memperlihatkan kelereng

Kesimpulan yang didapat adalah jangan pernah meninggalkan permainan tradisional karena sebenarnya banyak sekali hal yang menarik dan sangat berguna yang bisa diambil dari permainan permainan jaman dulu, apalagi permainan kelereng. Permainan kelereng ini dapat dimainkan dengan berbagai cara, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyukai permainan tradisional dan bagi anak anak sangat berguna sekali membantu dalam pendidikannya.

Oleh ; Jenny
Gambar:
1. http://www. hipwee. com/wp-content/uploads/2014/09/194462_bermain-kelereng-pinggir-rel-kereta_663_382. jpg
2. http://3. bp. blogspot. com/_OrNDs4qOgQQ/TPp9juMZovI/AAAAAAAADkw/7K_gDE5nGkw/s1600/image4. jpeg
3. http://img821. imageshack. us/img821/8522/20110606102048. jpg

Gerakan untuk lompat karet

Salah satu permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak perempuan Indonesia jaman dulu adalah lompat karet. Permainan ini menggunakan karet sebagai tali untuk melompat. Sekarang ini jarang sekali ditemukan permainan lompat karet. Permainan ini dilakukan secara berkelompok. Permainan ini begitu mudah dan tidak berbahaya jika mengenai kaki kita saat melompat. Untuk bisa mendapatkan permainan ini pun tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal sehingga banyak anak perempuan lebih memilih permainan ini. Hanya membutuhkan karet yang dirangkai hingga membentuk tali. Permainan ini pun sangat mudah, kita harus bisa melompat tanpa mengenai karet. Untuk bisa melompat tanpa mengenai karet, berikut ada beberapa gerakan yang bisa membantu kita dalam permainan karet:

1. Lompat Jauh


Gambar 1. Lompat jauh

Gerakan lompat jauh sangat sering dipakai dalam permainan ini. Untuk melakukan gerakan ini, pertama tama kita harus mengambil kuda kuda sebelum melompat. Usahakan posisi mengambil kuda kuda jangan terlalu dekat dengan karet. Setelah mengambil kuda kuda, kita bisa melompat seperti gerakan biasa. Usahakan melompat yang setinggi tingginya sehingga tidak mengenai karet. Kebanyakan gerakan ini bisa dipakai sampai setinggi dada. Jika kita mampu melakukan gerakan ini sampai lebih tinggi lagi, maka akan lebih bagus.

2. Gerakan Koprol


Gambar 2. Gerakan koprol

Gerakan koprol adalah gerakan yang sangat membutuhkan keberanian. Gerakan koprol bisa kita gunakan untuk permainan lompat tali. Untuk melakukan gerakan ini, pertama tama kita meletakkan kedua tangan kita ke samping sambil menyentuh tanah hingga kedua kaki ikut terangkat ke samping. Gerakan ini sangat mudah sekali dan kita tidak perlu melompat. Gerakan ini hanya untuk lompat tali yang tingginya sedada dan untuk di atasnya, seperti telinga hingga kepala tidak bisa menggunakan gerakan ini. Kebanyakan anak perempuan yang memakai gerakan ini, mereka adalah anak perempuan yang tomboy dan begitu berani.

3. Gerakan potong kue


Gambar 3. Gerakan potong kue

Gerakan ini, biasanya digunakan jika ketinggian karet sudah mencapai kepala. Jika sudah setinggi itu, kita bisa menggunakan gerakan potong kue. Karena sudah setinggi kepala, maka diperbolehkan kita menggunakan tangan untuk melompat. Gerakan ini dilakukan dengan tangan kanan kita memegang karet sambil kaki kita melompat. Saat memegang karet tersebut, usahakan mendorong tali karet sampai ke bawah hingga berbentuk V supaya kaki kita bisa lebih mudah untuk melompat. Gerakan ini sangat mudah sekali dilakukan.

4. Gerakan Salto


Gambar 4. Gerakan salto

Gerakan salto bisa dipakai untuk lompat karet. Untuk melakukan gerakan salto ini, sama seperti gerakan koprol tetapi gerakan salto ini kita harus memutar ke depan. Pertama tama, kedua tangan kita letakkan ke depan kemudian kaki ikut memutar ke depan seperti gambar di atas. Supaya gerakan salto bisa lebih tinggi, sebaiknya sebelum meletakkan kedua tangan ke depan, sebaiknya kita melompat terlebih dahulu sehingga tidak mengenai tali karet.

Dalam permainan lompat karet ini banyak memberi manfaat positif dan sangat berguna sekali bagi anak anak dalam masa pertumbuhannya. Selain menambah kekompakan sesama anggota, Setiap lompatan dalam permainan ini bisa mendorong pertumbuhan tulang. Apabila kita merasa bosan dengan olahraga yang ada, kita bisa melakukan permainan ini sebagai pengganti olahraga.

Oleh : Jenny
Gambar:
1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOE-zP6uw4KC3z4eUeQ0vEB-fuRstpiZW7FF-pWmDt7MOu5xhQCVnK2fKnCRJijnOS4YFSwcktgFZbCgk3pMt7PTzNdfvLG6xsI68ElxcBqHyYAfAtb8ansVfKyIGwLQdOyTlpjznU90U/s1600/Lompat_Tali_yeye.jpg
2. http://homeschoolingalam.com/foto_galeri/402014-10-29%2008.23.31.jpg
3. http://www.pricearea.com/artikel/wp-content/uploads/2013/10/Ilustrasi-Permainan-Lompat-Karet-sebagai-Fenomena-Teknologi-Jaman-doeloe-Versus-Sekarang.jpg
4. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCz1u3a3je1b2s-15Fbl_nuc-eDJ6FcR5ISRVAVzFhuvQK9fTAdOlZMGjGOI8cN1Hzp5PaJaCLquEvlCKklRGuygbecZK-xpRmOxzKu8VYW-9sHW6T3CvbBPFBNreK3ZX0DxeWronBeeFG/s280/lompat+tali.jpg

Saturday, January 24, 2015

Permainan Tradisional Panjat Pinang

Permainan tradisional ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi setiap rakyat di Indonesia. Mengapa? Di beberapa daerah di Indonesia, pasti menyelenggarakan perlombaan ini pada setiap tanggal 17 Agustus dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Tetapi tahukah anda, dari mana permainan tradisional ini berasal dan bagaimana sesungguhnya permainan ini dimainkan?

Sejarah

Permainan tradisional panjat pinang sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dulu, permainan ini dibuat menjadi sebuah perlombaan oleh orang-orang Belanda khususnya dalam memperingati hari-hari tertentu seperti pernikahan, hajatan, dan sebagainya. Para peserta yang mengikuti lomba tersebut berasal dari kalangan pribumi. Sementara itu, hadiah-hadiah yang digantung di puncak pohon pinang yaitu berupa bahan-bahan makanan seperti keju, gula, dan beberapa pakaian. Sementara para peserta berjuang keras untuk sampai ke puncak batang pinang tersebut, orang-orang Belanda yang berada di bawah menyaksikannya sambil tertawa.

Cara Bermain

Tata cara dalam permainan panjat pinang sebenarnya tidak berubah sejak dulu. Hanya saja, seiring dengan perkembangan zaman, hadiah-hadiah yang tergantung di puncak batang pinang juga ikut berkembang. Sekarang ini, ada beberapa perlombaan panjat pinang yang menggantungkan hadiah berupa televisi, kipas angin, dan beberapa barang elektronik lainnya di puncak batang pinang tersebut.


Gambar 1. Permainan Panjat Pinang.

Sebuah batang pohon pinang yang tinggi ditancapkan ke dalam tanah dengan kedalaman yang sangat dalam untuk memastikan batang pohon pinang tersebut tidak akan jatuh/goyah ketika dipanjat oleh para peserta lomba. Tanah di sekitar batang pinang yang ditancapkan haruslah lunak supaya ketika peserta jatuh tidak akan menimbulkan kecelakaan yang fatal. Oleh karena itu, bila tanah yang digunakan keras, biasanya para penyelenggara akan memberikan lumpur di sekitarnya. Di beberapa tempat, ada juga perlombaan panjat pinang yang diadakan di sekitar kali/sungai. Batang pohon pinang yang digunakan ditancapkan ke dasar kali/sungai.

Sebelumnya, batang pohon pinang yang ditancapkan sudah diberi minyak/pelumas supaya para peserta tidak mudah untuk sampai ke puncak. Para peserta yang terdiri dari kumpulan regu (satu regu biasanya 5-6 orang tergantung tingginya batang pohon pinang yang digunakan) akan saling bahu membahu untuk memanjat batang pohon pinang tersebut. Tidak hanya kerja sama dalam satu regu yang dibutuhkan, tetapi juga dibutuhkan akal untuk benar-benar bisa sampai ke puncak. Contohnya, orang yang kuat/gemuk biasanya akan berada di bawah untuk menahan beban teman-temannya di atas.

Nilai Sosial dan Kemanusiaan

Meskipun ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan permainan ini karena dianggap menciderai nilai-nilai kemanusiaan, tetapi paling tidak permainan ini dapat mengajarkan beberapa hal untuk setiap peserta. Untuk memenangkan permainan ini dibutuhkan kerja keras dan semangat pantang menyerah yang tinggi. Tidak hanya itu, kekompakan antar sesama peserta dalam regu juga dibutuhkan untuk memenangkan permainan ini.


Gambar 2. Makna Sosial dari Panjat Pinang.

Oleh: Stevanus
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Panjat_pinang
https://harisahmad.wordpress.com/tag/cara-bermain-panjat-pinang/

Gambar:
1. http://i.okezone.tv/photos/2012/08/17/6761/41511_large.jpg
2. http://th04.deviantart.net/fs71/PRE/i/2010/219/4/9/panjat_pinang_by_dwikobiubatu.jpg

Thursday, January 22, 2015

Keseruan Aksi Bikul dan Meng dalam Permainan Meong-Meongan

Perkembangan teknologi di era globalisasi ini membuat banyak anak-anak lebih sering menghabiskan masa kecilnya dengan bermain permainan digital. Sudah jarang sekali terlihat anak-anak yang bermain permainan tradisional, seperti misalnya petak umpet, egrang, benteng, lompat tali, dan ular naga. Padahal permainan-permainan tradisional itu sangat murah dan mudah dimainkan, dibandingkan dengan bermain gadget. Selain itu, nilai positifnya juga lebih banyak, di mana anak-anak belajar untuk bekerja sama saat bermain meong-meongan misalnya. Keakraban juga lebih terjalin saat bermain bersama. Anak-anak zaman dulu jarang sekali tidak mengenal teman-temannya yang letak rumahnya berdekatan.

Ada satu permainan yang sangat populer, karena harus dimainkan bersama dan selalu menimbulkan teriakan dan gelak tawa dalam pelaksanaannya, yaitu meong-meongan. Bagi anak-anak yang menjalani masa kecil sebelum era teknologi, permainan meong-meongan bukanlah hal yang asing. Permainan tradisional ini berasal dari Bali dan juga dimainkan di beberapa daerah di Pulau Jawa, namun dengan nama yang berbeda. Di Pulau Jawa, permainan meong-meongan dikenal dengan nama kucing-kucingan. Walau namanya berbeda, namun cara bermain dan prinsipnya tetap sama. Di samping sebagai hiburan, permainan juga ditujukan sebagai olahraga karena membutuhkan gerakan-gerakan jasmani.


Gambar 1. Permainan meong-meong

Tidak ada yang tahu dengan pasti siapa yang menciptakan permainan meong-meongan dan kapan terciptanya. Yang jelas, permainan ini telah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Permainan Meong-meongan umumnya dimainkan oleh anak-anak Bali dengan diiringi lagu meong-meong. Biasanya permainan ini diikuti oleh 8 orang bahkan lebih, di mana 1 orang pemain berperan sebagai bikul (tikus), 1 orang berperan sebagai meng (kucing) dan pemain lainnya berkewajiban melindungi bikul dari serangan meng dengan membentuk lingkaran. Si bikul berada di dalam lingkaran tersebut, sedangkan si meng berada di luar lingkaran dan akan berusaha masuk untuk menangkap bikul. Sambil menyanyikan lagu meong-meong, para pemain yang membentuk lingkaran berusaha menghalangi meng agar tidak sampai masuk ke dalam lingkaran. Lirik lagu meong-meong sangat singkat dan mudah diingat, yaitu meong-meong, alih je bikule. Bikul gede-gede, buin mokoh-mokoh. Kereng pesan ngerusuhin. Juk Meng! Juk Kul! Juk Meng! Juk Kul. Lagu Meong-meong ini dinyanyikan para pemain sambil berputar dan ketika sampai pada lirik “Juk Meng! Juk Kul! Juk Meng! Juk Kul”, Meng pun mulai mengejar Bikul. Lirik ini akan selesai dinyanyikan bila Meng berhasil menangkap Bikul. Setelah Bikul tertangkap, nyanyian usai dan permainan pun akan kembali diulang dengan pemain yang berbeda.


Gambar 2. Permainan meong-meongan

Dengan dimainkan di lapangan yang luas dan jumlah pemain yang banyak, permainan meong-meongan sangatlah menarik untuk dimainkan. Bahkan hanya menjadi penonton saja, kita bisa merasakan keseruannnya, saat bikul dan meng berkejar-kejaran, sementara pemain yang membentuk lingkaran sibuk berputar menghalangi meng. Teriakan para pemain dan gelak tawa mereka menjadi penyejuk kala sore hari.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://ngkwirun.blogspot.com/2013/08/permainan-rakyat.html
2. http://nuansabaliku.blogspot.com/2012/07/meong-meongan.html

Wednesday, January 21, 2015

Permainan Tradisional Engklek

Engklek adalah permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak yang berumur 6 - 12 tahun. Di beberapa daerah lain disebut juga permainan taplak (taplak gunung, taplak meja), teklek, ingkling, sundamanda, sundah mandah dll. Permainan ini dapat dimainkan dengan beberapa anak. Biasanya mencapai 5 anak dengan menunggu giliran masing – masing. Tempat bermain biasanya di halaman rumah yang membutuhkan lahan yang luas. Engklek biasa dimainkan pada waktu pagi sampai sore hari.

Permainan engklek sangat baik untuk pertumbuhan anak. Anak menjadi sehat karena dalam bermain harus selalu aktif bergerak. Juga dapat mengasah kejelian saat melempar batu dan belajar menjaga keseimbangan saat melompat. Sosialisasi dengan kawan saat bermain juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan keceriaan.

Langkah pertama, pemain membuat gambar kotak-kotak menyerupai robot, kira-kira setiap sisinya 30cm. Pemain biasanya menggambarnya di halaman dengan bata, kapur atau goresan langsung ke tanah. Pemain bisa mengkreasikan sendiri gambar apa yang ingin mereka mainkan.

Langkah ke dua, Pemain membawa batu pipih atau pecahan genteng yang digunakan untuk melempar ke kotak permainan. Batu ini diberi nama gacuan.

Langkah ke tiga, Dimulai dengan memilih pemain mana yang akan bermain dahulu. Pemain bisa menentukan nya dengan hom pim pa atau batu kertas gunting



Langkah ke empat ,Pemain yang terpilih bermain dahulu, melempar gacu nya ke kotak awal. Bila gacu terlempar tepat di atas garis atau keluar jalur dari kotak pertama,maka pemain dinyatakan gagal. Dan digantikan dengan pemain ke dua. Namun jika pemain pertama berhasil melemparnya dengan tepat di dalam kotak, pemain harus mengambil ancang-ancang melompat dengan satu kaki. Dan kaki yang satu nya ditekuk ke belakang. Lompatan dilakukan dengan bertahap dari kotak awal ke kotak puncak secara urut dengan ketentuan tidak ada kotak yang terlewat untuk diinjak kecuali kotak yang didalam nya ada gacu pemain itu sendiri.

Bila saat melompat kaki pemain menginjak garis atau gacu lawan, maka dinyatakan gagal. Setelah mencapai puncak,pemain kemudian berbalik melompat lagi bertahap ke bawah dengan tujuan mengambil gacunya sambil jongkok hingga lompatan terakhir selesai dilakukan. Setelah itu, pemain melemparkan kembali gacunya ke kotak selanjutnya dan memulai untuk melompat lagi. Begitu seterusnya. Pemain yang dinyatakan menang adalah pemain tercepat satu-satu nya yang gacunya telah dilempar ke semua kotak dari kotak awal ke kotak puncak dan kembali ke awal lagi.



Permainan ini biasanya dilanjutkan dengan melemparkan gacu ke arah atas menuju ke area kotak sambil membalik kan badan. Jika beruntung, gacu tersebut akan jatuh tepat di dalam kotak. Dan kotak tersebut akan menjadi milik si pemain. Kotak yang dimiliki itu biasanya disebut dengan rumah. Jika batu yang terlempar jatuh di atas garis atau terlempar jauh dari arena, maka pemain tersebut dinyatakan gagal. Selanjutnya, permainan ini akan memperebutkan berapa banyak rumah yang dimiliki masing-masing pemain. Pemain yang mempunyai banyak rumah lah yang menjadi pemenang.

Oleh : Widya Safitri
Sumber gambar
http://1.bp.blogspot.com/-zuuZ1POU-c4/UO2KTYIrtAI/AAAAAAAAAJs/Y5YpR5igHHI/s1600/1.jpg
http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/02/12/5162069_20130212012552.jpg

Tuesday, January 20, 2015

Fakta-Fakta Perepet Jengkol

Perepet jengkol adalah permainan tradisional yang berasal dari rakyat sunda. Perepet jengkol biasanya dimainkan secara berkelompok. Anak laki-laki atau perempuan bisa memainkan permainan ini. Biasanya satu kelompok berisi tiga sampai empat orang. Permainan ini jarang sekali dimainkan karena semakin menariknya permainan sekarang dengan teknologi yang semakin maju.

Permainan ini masih populer di kampung-kampung atau pedesaan. Biasanya permainan ini digunakan untuk penyambutan warga desa yang baru datang. Untuk memainkan ini, biasanya diiringi bersama musik tradisional sambil melantunkan lirik Perepet jengkol jajahean kadempet kohkol jejeretean yang dipimpin oleh seorang dalang. Kita bisa memainkan permainan ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang lain. Lirik tersebut dinyanyikan secara berulang ulang. Dalam permainan ini, dibagi menjadi beberapa kelompok. Cara permainan perepet jengkol dilakukan dengan saling membelakangi kemudian kaki kiri saling dikaitkan dengan kaki anggota lainnya. Kita bisa memegang tangan teman kita supaya tidak terjatuh. Biasanya pada malam hari, banyak anak-anak di pedesaan berkumpul di halaman untuk bermain perepet jengkol.


Gambar 1. Populer di pedesaan

Permainan perepet jengkol ini masih populer di kalangan anak-anak. Seperti kita lihat di gambar, masih ada anak-anak yang bermain perepet jengkol. Sebenarnya permainan ini tidak sulit untuk dimainkan. Kaki semua anggota dikaitkan menjadi satu kemudian saling berpegangan tangan. Kaki dikaitkan erat dengan kaki teman kita, supaya saat memutar kita tidak gampang terjatuh. Permainan ini sangat membutuhkan keseimbangan untuk tidak jatuh dan kekompakan bersama anggota lainnya sangat diperlukan. Kekompakan dibutuhkan supaya kita bisa berputar ke kiri atau kanan seirama dengan teman teman. Jika kita bisa konsentrasi dan fokus, maka tidak akan terjatuh. Permainan ini bisa menjadi pilihan anak-anak untuk memainkannya di waktu istirahat karena tidak terlalu berbahaya.


Gambar 2. Bermain perepet jengkol di waktu luang

Permainan tradisional ini berbeda dari permainan lainnya karena permainan ini tidak ada yang kalah dan menang. Permainan ini hanya untuk senang-senang bersama teman-teman karena itulah yang menjadi daya tarik permainan perepet jengkol. Permainan ini tidak membutuhkan biaya yang mahal dan tidak sulit untuk dimainkan. Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan tempat yang luas dan harus menghafal lirik lagu perepet jengkol. Lihatlah betapa bahagianya anak-anak itu memainkan permainan ini bersama teman temannya meskipun harus kepanasan dengan sinar matahari.


Gambar 3. Bermain perepet jengkol

Perepet jengkol adalah salah satu permainan tradisional yang harus kita lestarikan dan jangan sampai hilang. Banyak manfaat positif yang bisa kita ambil dari permainan perepet jengkol. Ternyata di Indonesia ini masih ada permainan tradisional yang sangat bermanfaat sekali. Jarang sekali kita temukan permainan ini, jadi kita harus menjaga dan melestarikannya hingga ke generasi penerus kita. Kita harus bangga memiliki permainan tradisional perepet jengkol.

Oleh : Jenny
Referensi:
http://humaskuningan.blogspot.com/2011_09_24_archive.html?m=1
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pérépét_Jéngkol
https://yadis9.wordpress.com/2009/06/23/perepet-jengkol/

Gambar:
1. http://www.diciamis.com/wp-content/uploads/2012/11/Perepet-Jengkol-Kaulinan-Urang-Lembur.jpg
2. http://fotokita.net/dat/photo/960/0/12/041247238921_9854999/b/image.jpg
3. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2bmmLFD9osDuLAxbEGzZ20r66sjexiGxD40i0vgh7w5xcpj3VI7X1BwVzkAZDihMxTUuwioR1qLfcOGPo-P_ygT7VsdcmiYSwcH4SBqNIFt31tnEhyphenhyphenjNeBSrdDknrj8P41EMIj7w0WaWH/s1600/4.jpg

Monday, January 19, 2015

Asyiknya Bermain Tarik Tambang

Permainan ini tentu sudah akrab dengan telinga setiap orang khususnya masyarakat Indonesia. Mengapa? Yang pastinya di beberapa daerah di Indonesia sering memeriahkan hari-hari besar seperti hari kemerdekaan yang acaranya diisi oleh salah satu permainan tradisional ini yaitu tarik tambang. Tak hanya itu, permainan ini ternyata cukup membuat heboh para penontonnya dan membuat acara semakin meriah.

Sejarah

Permainan tarik tambang ternyata bukan permainan tradisional yang berasal dari Indonesia. Permainan tarik tambang merupakan salah satu kebudayaan kuno khas dari Cina, India, dan Mesir. Pada zaman itu, permainan tarik tambang hanya boleh dimainkan oleh anggota-anggota kerajaan dan tidak boleh dimainkan oleh orang secara sembarangan. Hal tersebut dikarenakan pada zaman itu, tarik tambang dianggap/dipercaya sebagai perlombaan antara matahari dan bulan, antara terang dan gelap. Khusus di Cina sendiri, tarik tambang digunakan sebagai sarana untuk melatih para prajurit perang dari Negara “Chu” yang berlangsung selama 3 abad.

Lalu permainan ini mulai mengalami perkembangan dan akhirnya masuk ke Indonesia melalui para pendeta Hindu/Buddha dari India. Permainan tersebut tidak lagi menjadi suatu permainan yang istimewa yang hanya boleh dimainkan sekelompok orang, namun menjadi suatu permainan umum dan menyenangkan yang boleh dimainkan siapapun. Permainan ini bahkan pernah masuk cabang olahraga di Olimpiade sekitar awal abad ke-20.


Gambar 1. Permainan Tarik Tambang

Peralatan yang Dibutuhkan

Permainan tarik tambang memerlukan 2 regu masing-masing anggota berjumlah 5 orang atau lebih. Selain itu dibutuhkan sebuah tali tambang yang cukup panjang dan pembatas di antara kedua regu (bisa memakai tali rafia ataupun kapur tulis untuk membuat pembatas di tengah-tengah tali kedua regu).


Gambar 2. Tali Tambang

Aturan Permainan

Aturan permainan tarik tambang terbilang cukup sederhana. Masing-masing regu akan berusaha menarik tali tambang yang dipegangnya sampai lawan melewati garis pembatas di tengah-tengah kedua regu. Memang sangat mudah, namun dibutuhkan tenaga yang cukup kuat dari masing-masing regu. Selain itu, permainan tarik tambang juga ada tekniknya sendiri.

Teknik Permainan

Teknik permainan tarik tambang terletak pada cara penempatan pemain dalam setiap regu, teknik memegang tali, posisi badan, posisi tumpuan kaki di tanah, dan cara menarik talinya.
  1. Pemain dengan tubuh dan tenaga yang lebih besar biasanya ditempatkan di ujung tali diikuti dengan pemain yang mempunyai tenaga lebih kecil di depannya.
  2. Cara memegang tali yang benar adalah bagaimana membuat posisi tangan kita senyaman dan sekasar mungkin ketika memegang tali. Sekasar mungkin maksudnya adalah bagaimana membuat tangan kita tidak licin ketika memegang tali. Bisa dengan mengolesi tepung pada tangan kita ataupun cara-cara lainnya.
  3. Pada saat menarik tali, usahakan untuk memiringkan tubuh kita ke belakang. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan supaya ketika kita tidak mampu menahan tarikan lawan, kita tidak terjatuh ke depan.
  4. Dibutuhkan tumpuan kaki yang sangat kuat untuk menahan tarikan supaya tidak ikut terseret oleh lawan.
  5. Cara menarik tali yang benar adalah bagaimana membuat keseimbangan regu lawan menjadi terganggu. Hal itu dapat dilakukan dengan teknik tarik-ulur tali. Mula-mula kita mengulurkan tali sedikit demi sedikit sebagai pancingan terhadap lawan. Ketika lawan sudah mulai lengah, kita dapat langsung menariknya sekuat mungkin sehingga lawan terkejut dan terseret.

Oleh : Stevanus
Sumber:
http://indonesiaindonesia.com/f/122584-tarik-tambang-ala-michelle-obama/
http://3mulmet.blogspot.in/2013/03/tarik-tambang.html
Sumber Gambar:
1. http://paras129.files.wordpress.com/2008/08/17082008400.jpg
2. http://ahsanfile.files.wordpress.com/2012/11/img-20121028-00049.jp

Thursday, January 15, 2015

Permainan Tradisional Yang Mendunia - Lompat Tali

Indonesia memang kaya akan budaya dan warisan turun temurun yang sebagiannya masih lestari hingga hari ini. Salah satu warisan budaya yang masih lestari tersebut adalah permainan tradisional. Namun ternyata permainan tradisional nusantara yang selama ini kita kenal dan mainkan, telah dimainkan pula di negeri-negeri asing.

Apa sajakah permainan tradisional Indonesia tersebut? Beberapa diantaranya akan dikupas secara detail di bawah ini.

2. Lompat Tali

  • Cara Bermain
    Lompat tali merupakan permainan populer di kalangan anak perempuan, tapi karena keseruan saat memainkannya banyak juga anak laki-laki yang tertantang memainkan permainan ini. Permainan ini juga memiliki beberapa sebutan di tiap daerah, seperti yeye, tali merdeka, lompatan dan main karet. Permainan membutuhkan keterampilan khusus karena harus melompati tali yang terbuat dari jalinan karet gelang sepanjang 2 hingga 4 meter. Permainan ini dimainkan oleh minimal tiga orang, di mana dua orang adalah penjaga yang memegangi kedua ujung karet dan sisanya adalah orang yang berayun di antara karet yang diputar atau melompat melewati karet yang dipegang laksana tiang. Ada pula pemain yang harus berayun di atas karet yang tegak dan tidak berputar. Selain itu mungkin masih banyak lagi varian dalam memainkan permainan karet atau lompat tali.


    Gambar 1. Lompat tali

  • Sejarah dan Asal Muasal
    Hingga kini belum jelas juga dari mana asal muasal permainan ini. Namun banyak pihak menduga bahwa permainan yang sangat populer di tahun 70-an hingga 80-an ini berasal dari Eropa yang dibawa ke Nusantara dan dimainkan oleh anak-anak Belanda pada masa penjajahan. Hal ini sangat relevan mengingat permainan lompat tali di Belanda juga dipegang oleh dua orang sedangkan satu orang melompat di antara putaran talinya. Sedangkan di wilayah Eropa lainnya, permainan ini dimainkan oleh satu orang saja sebagaimana yang biasa dimainkan saat lompat tali ketika sedang berolahraga.

    Meski belum jelas benar asal mula permainan ini, namun beberapa pihak mengatakan bahwa permainan ini telah dimainkan di Mesir sejak 1600 tahun sebelum Masehi. Namun terdapat pula argumen yang menyatakan permainan ini berasal dari China mengingat variasi permainan lompat tali begitu beragam di negeri tersebut hingga ke dataran Jepang. Namun ada pula pendapat yang mengatakan bahwa suku Aborigin di Australia telah memainkan permainan ini turun-temurun, mereka menggunakan media bambu, atau tanaman merambat lain yang ada di hutan.

  • Perkembangan Dan Budaya Populer
    Dalam bahasa Inggris permainan lompat tali berarti skipping rope. di Indonesia istilah ini merujuk pada olahraga skipping yaitu melompati tali yang diayunkan oleh pemainnya melewati kepala dan kaki. Olahraga ini dipercaya efektif dalam membakar lemak dan menambah tinggi badan. Tali pemutarnya bukanlah yang terbuat dari jalinan karet gelang, namun tali khusus yang dapat diperoleh di toko peralatan olahraga.

    Di Amerika Serikat permainan ini disebut jump rope, di Kanada disebut rope skipping. Di Negara-negara tersebut lompat tali dimainkan secara individu. Sedangkan di Jepang permainan ini dimainkan oleh kelompok besar di mana lebih dari sepuluh orang melompati satu putaran tali secara bersamaan.


    Gambar 2. Perkembangan lompat tali

Selain permainan tradisional lompat tali ini, masih banyak lagi permainan tradisional Indonesia yang juga dimainkan oleh anak-anak di dunia. Apa sajakah permainan itu? Tunggu ulasannya dalam artikel selanjutnya.

Oleh : Tika Dwi
Sumber:
http://www.ropeskippingcanada.com/index.php/what-is-rope-skipping/
http://en.wikipedia.org/wiki/Skipping_rope
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2014/01/sejarah-permainan-tradisional-lompat.html

Gambar:
1. http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2014/01/sejarah-permainan-tradisional-lompat.html
2. https://www.flickr.com/photos/sueannsimon/7948824886/?rb=1