Showing posts with label keagamaan. Show all posts
Showing posts with label keagamaan. Show all posts

Monday, March 2, 2015

Gasing, Permainan Tradisional Melayu

Seperti permainan tradisional lainnya, permainan gasing popularitasnya mulai meredup tergerus oleh pengaruh modernisasi. Menjamurnya aneka permainan modern dan game online membuat anak-anak tidak lagi melirik permainan ini. Padahal, gasing pernah menjadi permainan populer dan sangat di gemari di tengah-tengah masyarakat melayu.

Gasing merupakan permainan tradisional yang cukup populer di kalangan masyarakat melayu Riau. Gasing sebenarnya adalah nama alat atau mainan yang digunakan untuk permainan ini. Yaitu sebuah benda yang bisa berputar pada poros dan memiliki satu titik keseimbangan. Untuk bisa berputar, mainan gasing diputar cepat terlebih dahulu dengan bantuan tali khusus.

Mainan gasing terbuat dari kayu keras. Biasanya kayu yang dipilih untuk membuat gasing adalah kayu kemuning, merbau, rambai, dan durian. Potongan kayu ini kemudian dikikis dan dibentuk sehingga membentuk seperti gasing. Agar bisa diputar, gasing membutuhkan bantuan tali untuk memutar dengan cepat. Tali gasing dipilih tali yang kuat dan tidak mudah putus. Ukuran tali gasing bervariasi, tergantung ukuran tangan pemakainya. Biasanya panjang tali yang digunakan adalah 1 meter.


Gambar 1. Mainan Gasing

Sejarah Penyebaran Gasing

Meski diakui sebagai salah satu permainan tradisional nusantara, namun sejarah penyebaran gasing di nusantara belum dikenali secara pasti. Konon, permainan tradisional ini sudah dikenal di Pulau Natuna jauh sebelum masa penjajahan Belanda. Sementara di daerah Sulawesi Selatan, gasing baru dikenal pada kisaran tahun 1930-an.

Gasing merupakan permainan yang akrab dengan kaum laki-laki. Biasa dimainkan oleh anak-anak, remaja hingga dewasa. Biasanya, masyarakat di pedesaan memainkan permainan ini di halaman rumah yang luas, bertanah keras dan datar. Permainan bisa dilakukan dalam bentuk perorangan maupun antar group. Jumlah pemain bervariasi, tergantung kondisi dan kebiasaan di daerah masing-masing.

Saat ini, popularitas permainan gasing memang sudah mulai meredup tergerus oleh gelombang modernisasi. Biasanya permainan ini masih bisa ditemukan di daerah pedesaan. Terutama pada perayaan hari-hari besar keagamaan dan tujuh belasan. Pada momen ini biasanya permainan gasing diperlombakan untuk memeriahkan perayaan hari-hari besar keagamaan, seperti perayaan tahun baru Islam, Idul Fitri dan hari besar kebangsaan seperti tujuh belasan..

Cara Bermain Gasing

Cara memainkan gasing ini tidak terlalu sulit. Pertama; tali dililit hingga habis pada gasing. Ujung tali yang dibuat simpulan diselipkan pada salah satu jari tangan kanan agar tidak lepas saat melempar gasing. Pegang gasing yang sudah dililit dengan tali tersebut dengan tangan kanan. Kemudian lemparkan dengan gerakan memutar ke tanah. Gasing akan terlepas dari lilitan tali dan terlempar dengan gerakan berputar ke tanah. Jika cara melemparnya benar, di tanah gasing akan berputar pada satu poros dan bertumpu pada satu titik keseimbangan.

Demikian informasi tentang gasing, permainan tradisional melayu. Semoga bermanfaat.

Oleh: Neti Suriana

Gambar:
1. http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1429/permainan-gasing

Friday, January 16, 2015

Permainan Tradisional Yang Mendunia - Layangan

Indonesia memang kaya akan budaya dan warisan turun temurun yang sebagiannya masih lestari hingga hari ini. Salah satu warisan budaya yang masih lestari tersebut adalah permainan tradisional. Namun ternyata permainan tradisional nusantara yang selama ini kita kenal dan mainkan, telah dimainkan pula di negeri-negeri asing.

Apa sajakah permainan tradisional Indonesia tersebut? Beberapa diantaranya akan dikupas secara detail di bawah ini.

1. Layangan

  • Cara Bermain

    Layangan merujuk pada alat permainan yaitu berupa benda yang diterbangkan dengan benang mengikuti arah angin. Layang-layang sendiri umumnya terbuat dari kertas dengan rangka bambu atau kayu. Namun sesuai dengan perkembangan waktu, terdapat pula layangan yang terbuat dari kain dan plastik serta terdapat pula layangan listrik yang digunakan sebagai kendaraan penelitian.


    Gambar 1. Layangan

  • Sejarah Dan Asal Muasal

    Layang-layang atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah kite merupakan permainan yang populer di dunia. Sebagian besar masyarakat mungkin mengetahui bahwa permainan ini berasal dari negeri Tiongkok 500 tahun sebelum Masehi sebagaimana diklaim oleh filsuf China Mo Zi dan Lu Ban. Namun pendapat ini terbantahkan sejak diterbitkannya hasil penelitian Wolfgong Bick pada tahun 2003 silam. Wolfgong Bick merupakan pemerhati layang-layang profesional, ia mengumumkan pada dunia bahwa terdapat situs arkeologi berumur 4000 tahun di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Situs itu berupa lukisan tangan manusia di dinding gua Sugi Patani. Dalam lukisan yang terbuat dari campuran tanah liat dan getah pohon itu tergambar seorang anak laki-laki sedang memainkan layang-layang yang terbuat dari daun gadung (kolope) yang disebut sebagai Kaghati Kolope oleh masyarakat sekitar. Ya, layang-layang yang kini dikenal luas dan telah digunakan di berbagai bidang kehidupan dan sains oleh manusia, merupakan permainan tradisional asli Indonesia.


    Gambar 2. Layangan pertama di dunia

  • tiPerkembangan Dan Budaya Populer

    Layang-layang telah dikenal luas di seluruh dunia dan diaplikasikan di berbagai sendi kehidupan. Di Eropa Layang-layang yang terkenal adalah layangan yang digunakan Benyamin Franklin dalam percobaannya tentang petir pada tahun 1750 serta yang digunakan oleh Wright bersaudara untuk percobaan pesawat terbang pertama kali. Di Negara anak benua India hingga Afghanistan permainan layang-layang sangat populer. Mereka juga menerbangkan layang-layang sebagai perayaan hari tertentu, seperti menyambut musim semi, panen, hari raya keagamaan dan hari kemerdekaan. Di Jepang festival layang-layang di gelar sebagai acara lokal tahunan yang menarik wisatawan. Di Yunani, Siprus, kepulauan Polinesia dan sebagian wilayah Amerika Selatan, selain untuk hiburan, mereka menerbangkan layang-layang sebagai tradisi ritual keagamaan tradisional juga sebagai tradisi hari Paskah.

    Festival layang-layang bertaraf Internasional juga diselenggarakan di banyak Negara seperti perancis, Tiongkok, Jepang, India, Pakistan, Indonesia dan lainnya. Museum layang-layang juga tersebar di berbagai Negara selain Indonesia tentunya, ada pula Malaysia, Thailand, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat dan Inggris.

Selain permainan tradisional layangan ini, masih banyak lagi permainan tradisional Indonesia yang juga dimainkan oleh anak-anak di dunia. Apa sajakah permainan itu? Tunggu ulasannya dalam artikel selanjutnya.

Oleh : Tika Dwi
Sumber:
http://indonesia.travel/id/destination/630/taman-nasional-wakatobi/article/88/kaghati-kolope-layang-layang-tertua-di-dunia-dari-pulau-muna
http://en.wikipedia.org/wiki/Kite#History
Gambar:
1. http://trip.indiatravelrajasthan.com/Place.aspx?place=Tarkeen%20Dargah
2. http://pintu-berita.blogspot.com/2014/02/layang-layang-pertama-di-dunia-berasal.html