Showing posts with label modern. Show all posts
Showing posts with label modern. Show all posts

Wednesday, March 4, 2015

SEJUTA MANFAAT PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA - 1

Main dan permainan merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan dari dunia anak-anak. Seiring dengan perkembangan zaman, media yang digunakan oleh anak-anak untuk bermain semakin berkembang pula. Hanya dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun teknologi telah mengubah pola anak-anak dalam bermain.

Sebagai contoh, jika berpuluh tahun silam anak-anak asyik bermain membaur dengan alam, kini anak-anak hampir tak pernah bersentuhan dengan alam. Jika dahulu pengertian bermain berarti aktif bergerak hingga mengeluarkan keringat, kini bermain berarti hanya duduk diam dengan gadget tanpa melibatkan banyak saraf motorik. Padahal penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang telah terpapar gadget elektronik sejak usia dini, dapat memicu gangguan kognitif, defisit perhatian, kurang dapat mengendalikan diri hingga mudah depresi yang kemungkinan besar akan terbawa hingga mereka dewasa.

Permainan modern untuk anak-anak memang pada awalnya terlihat menyenangkan dan mendidik, namun ternyata jika membandingkan manfaat yang didapat antara bermain permainan modern yang notabene membutuhkan gadget mahal sebagai media bermainnya dengan permainan tradisional yang hanya membutuhkan kreativitas, permainan tradisional-lah yang mampu menutupi semua kelemahan permainan modern.

Semula, gaung atau hasrat untuk kembali memainkan dan mengenal lebih jauh tentang permainan tradisional Indonesia adalah karena alasan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, karena sebagian besar permainan tersebut sudah tidak dimainkan lagi sehingga hampir punah. Namun ternyata selain itu diketahui pula berbagai manfaat yang didapat dari permainan tradisional ini, terutama bagi tumbuh kembang anak. Apa sajakah manfaat permainan tradisional bagi tumbuh kembang anak? Di bawah ini dijabarkan beberapa diantaranya.

  1. Layang-layang
    Layang-layang adalah sejenis permainan individu yang membutuhkan keterampilan menerbangkan benda yang terbuat dari bambu dan kertas. Tidak hanya di Indonesia, permainan ini juga populer di manca Negara. Banyak Negara mempopulerkan permainan ini dengan mengadakan festival layang-layang di Negara mereka. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga gemar memainkan permainan ini. Manfaat yang diperoleh dari permainan ini bagi anak-anak adalah mengerti arah mata angin, melatih kesabaran dan kegigihan dalam menjaga agar layang-layang tersebut tetap terbang ataupun menjaga agar talinya jangan sampai putus. Hal-hal seperti ini akan melatih anak-anak membaca situasi alam dan terbiasa menyelaraskan kehidupan antara kesenangan dan kehendak alam hingga mereka dewasa.

  2. Galasin (Sambar Elang)
    Mungkin tidak semua orang pernah memainkan permainan ini, apalagi anak-anak pada zaman kini. Ketersediaan lahan untuk memainkannya merupakan salah satu alasan mengapa permainan ini perlahan ditinggalkan dan akhirnya terlupakan. Cara memainkan permainan ini sangatlah mudah, namun membutuhkan strategi dan kerja sama tim. Galasin harus dimainkan paling sedikit 6 atau 8 anak yang dibagi atas dua kelompok, semakin banyak pemainnya semakin seru permainan ini. Setiap kelompok ditunjuk satu orang sebagai induk, dan lainnya adalah anak elang.

    Setelah membagi anggota sama banyak, kemudian membuat garis yang panjangnya tergantung dari jumlah peserta. Contohnya, jika dalam satu kelompok terdiri dari 8 orang, maka garis yang buat sekitar 3 atau 4 meter, sebanyak 4 buah. Masing-masing garis harus dijaga oleh dua orang anak, sedangkan kelompok lain harus menyeberangi keempat garis tersebut secara bergantian maupun berpasangan tanpa tertangkap oleh para penjaganya. Jika salah satu anggota tertangkap maka kelompok tersebut dinyatakan kalah dan berganti tugas sebagai penjaga garis.

    Manfaat dari permainan ini sangat banyak. Anak-anak menjadi sehat karena aktif bergerak dan berkeringat. Selain itu, bagi anak yang ditunjuk sebagai induk dapat melatih kemampuan berpikir dan berstrategi, serta jiwa pemimpin agar dapat membawa para anggota lainnya selamat tanpa tertangkap oleh penjaga garis. Bagi anak yang ditunjuk sebagai anak elang, mereka dapat memahami arti kerja sama tim dan mematuhi perintah. Hal-hal tersebut sangat bermanfaat bagi mereka hingga dewasa, terutama ketika berada di dunia kerja.

Oleh : Tika Dwi

Wednesday, January 14, 2015

Egrang, Di Manakah Keberadaanmu Kini?

Egrang berasal dari bahasa Lampung artinya terompah pancung yang terbuat dari bambu panjang. Sebutan untuk permainan egrang bermacam-macam. Ada yang menyebutnya tengkak-tengkak (sebagian wilayah Sumatra Barat), ingkau (Bengkulu), Tilako Mbuku (Sulawesi Tengah), metinggo (Sulawesi Tenggara), jangkungan (Jawa Tengah). Disebut jangkungan karena mirip burung yang berkaki panjang.

Egrang adalah salah satu permainan tradisional yang dilakukan oleh seseorang dengan berjalan menggunakan sepasang bambu. Permainan ini bisa dilakukan baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Pemain egrang akan menaiki bambu yang pada sisi bambu tersebut diberi pijakan kaki. Kunci dalam memainkan egrang yaitu keberanian, rasa percaya diri bahwa kita bisa menggunakannya serta keseimbangan tubuh. Karena pada saat berjalan, bambu itulah yang menopang tubuh kita. Apabila keseimbangan tubuh tidak terjaga dengan baik saat menaiki egrang maka dipastikan kita akan terjatuh. Memang bisa dikatakan permainan tradisional yang satu ini cukup sulit sehingga tidak semua orang dapat memainkannya.

Egrang dulu sangat mudah kita jumpai. Namun kini, permainan ini sangat jarang dimainkan oleh anak-anak. Permainan egrang hanya dapat dijumpai saat kegiatan-kegiatan tertentu seperti peringatan kemerdekaan atau lomba dan saat perayaan setelah Joko Widodo dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-7 pada Senin, 20 Oktober 2014 lalu.


Gambar 1. Berjalan dengan egrang

Terdapat beberapa jenis egrang, diantaranya:
  • Egrang pegangan
  • Egrang pasak
  • Egrang drywall
  • Egrang pegas; modifikasi egrang yang dilengkapi dengan pegas seberat 8 kilogram, masing- batang diberi pegas seberat 4 kilogram. Dengan adanya pemberian pegas pada masing-masing bambu menyebabkan loncatan yang tinggi. Egrang pegas bisa dikatakan sebagai egrang masa kini (modern).

Ukuran egrang disesuaikan dengan si pemakai. Umumnya, panjang egrang kurang lebih 175 sentimeter hingga 2,5 meter. Sedangkan sekitar 30-50 sentimeter dari bawah, dibuat tempat pijakan kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20-30 sentimeter. Permainan egrang bisa dilakukan di mana saja dan tidak membutuhkan halaman luas. Asal di atas tanah yang rata. Selain itu, permainan ini juga dapat dilakukan di tepi pantai.

Alat egrang bisa kita buat sendiri. Berikut cara membuat egrang:
  • Potong bambu menjadi dua bagian dengan panjang masing-masing sekitar 175 sentimeter hingga 2,5 meter.
  • Potong bambu yang lain menjadi dua bagian dengan panjang masing-masing sekitar 20-30 sentimeter sebagai pijakan kaki.
  • Selanjutnya, salah satu ruas bambu yang berukuran panjang 175 sentimeter hingga 2,5 meter tadi dilubangi untuk memasukkan bambu yang berukuran pendek (sebagai pijakan kaki).
  • Setelah bambu untuk pijakan kaki terpasang, maka bambu tersebut siap untuk digunakan.

Manfaat permainan egrang yaitu dapat merangsang perkembangan koordinasi mata dengan anggota badan lainnya, meningkatkan kemampuan motorik dan koordinasi tubuh anak, melatih emosional anak. Karena dalam bermain egrang diperlukan kesabaran. Berbeda halnya dengan permainan modern saat ini yang cenderung menggunakan permainan elektronik. Permainan elektronik cenderung mengurangi aktivitas gerak anak-anak.

Oleh : Wahyu Inayah
Referensi:
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2013/11/sejarah-permainan-traditional-egrang.html
http://www.kaskus.co.id/show_post/52b1e69f0d8b46ef458b45fe/475/-

Gambar: dokumentasi pribadi