Showing posts with label angka. Show all posts
Showing posts with label angka. Show all posts

Wednesday, January 28, 2015

Cara Asyik Bermain Kelereng

Permainan kelereng adalah permainan yang menggunakan bola kelereng (di beberapa tempat disebut juga “gundu”). Permainan kelereng adalah salah satu permainan tradisional yang ada di kalangan anak anak dan Jaman dulu begitu populer sekali. Biasanya permainan ini dimainkan dengan cara disentil atau dimainkan di tanah. Jaman sekarang ini, permainan ini jarang sekali ditemukan. Waktu kecil, pasti kita ingat waktu sekolah pasti kita memainkan kelereng bersama teman kita. Sekarang permainan ini jarang ditemukan karena seiring perkembangan jaman, dan banyak ditemukan mainan mainan model terbaru yang menarik perhatian. Biasanya, permainan ini dimainkan di tanah dan disentil seperti gambar di bawah ini. Jika permainan ini dilakukan dengan teman teman pasti sangat menyenangkan sekali.

Kali ini, saya akan mempunyai cara unik bermain kelereng. Cara permainan kali ini, berbeda dari biasanya. Permainan ini tidak begitu sulit dari biasanya. Berikut cara permainan kelereng yang akan saya bahas:

1. Membuat kelompok

Permainan ini harus beranggotakan lebih dari satu orang. Setiap anggota harus memiliki beberapa kelereng. Setiap kelereng yang dipegang nantinya akan ditebak oleh orang lain. Dalam permainan ini, harus dilakukan secara kelompok karena nantinya semua kelereng akan di tebak oleh anggota yang lain secara bergantian. Sebaiknya, untuk permainan ini harus memiliki kelereng lebih dari lima biji.


Gambar 1. Bermain kelereng di pinggir rel kereta

2. Menggenggam kelereng yang diambil

Kita mengambil kelereng yang diambil dan genggam di tangan. Kita harus mengingat jumlah kelereng yang kita pegang. Nantinya kita harus bisa menebak jumlah semua kelereng semua teman kita. Seandainya, kita mengambil kelereng lima biji di tangan, jangan sampai anggota lain tahu jumlah kelereng yang dipegang. Usahakan kita menggenggam kelereng yang rapat di tangan kita, jangan sampai kelihatan. Cara menggenggam kelereng seperti gambar di bawah ini:


Gambar 2. Menggenggam kelereng

3. Menyebutkan jumlah kelereng

Setelah semua anggota menggenggam masing-masing kelereng di tangan, dimulai oleh orang pertama untuk menyebutkan satu angka yang merupakan perkiraan jumlah keseluruhan kelereng dalam kelompok tersebut. Sebagai contoh, saya menyebutkan angka 20 sebagai angka yang saya pilih sedangkan yang lain tidak boleh menyebutkan angka yang sama. Angka tersebut disebutkan secara bergantian oleh setiap anggota yang lain. Misalkan anggota lain menyebutkan angka 10, 16 dan 17.

4. Memperlihatkan kelereng yang digenggam di tangan

Setelah itu, semua anggota memperlihatkan kelereng yang ada ditangannya. Anggota yang menyebutkan angka yang sesuai dengan jumlah keseluruhan kelereng, dia berhak mendapatkan semua kelereng yang digenggam oleh anggota lain. Setelah semuanya memperlihatkan kelereng yang dipegang masing-masing, dan ternyata jumlah semua kelereng ada di tangan teman saya dan saya semuanya berjumlah 20. Angka yang saya pilih adalah benar berarti semua kelereng yang dipegang oleh teman saya menjadi milik saya.


Gambar 3. Memperlihatkan kelereng

Kesimpulan yang didapat adalah jangan pernah meninggalkan permainan tradisional karena sebenarnya banyak sekali hal yang menarik dan sangat berguna yang bisa diambil dari permainan permainan jaman dulu, apalagi permainan kelereng. Permainan kelereng ini dapat dimainkan dengan berbagai cara, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyukai permainan tradisional dan bagi anak anak sangat berguna sekali membantu dalam pendidikannya.

Oleh ; Jenny
Gambar:
1. http://www. hipwee. com/wp-content/uploads/2014/09/194462_bermain-kelereng-pinggir-rel-kereta_663_382. jpg
2. http://3. bp. blogspot. com/_OrNDs4qOgQQ/TPp9juMZovI/AAAAAAAADkw/7K_gDE5nGkw/s1600/image4. jpeg
3. http://img821. imageshack. us/img821/8522/20110606102048. jpg

Friday, January 16, 2015

Asiknya Bermain Petak Umpet

Bagi masyarakat Indonesia, permainan tradisional petak umpet sudah tidak asing lagi. Permainan ini mempunyai keasikan tersendiri dalam memainkannya. Anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak atau murid-murid di tingkat Sekolah Dasar banyak yang menyukai permainan ini. Dalam memainkannya tidak diperlukan alat-alat, maka tidak heran jika permainan ini dikatakan sebagian orang sebagai permainan yang murah meriah. Tidak seperti PlayStation atau produk-produk permainan impor yang harganya relative tinggi dan dapat menguras saku para orang tua.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang atau lebih, satu diantaranya bertugas sebagai penjaga atau orang yang mencari, sedangkan sisanya yang lain bersembunyi di sekitarnya. Permainan ini diperlukan strategi siasat dalam mencari tempat persembunyian yang aman supaya penjaga atau orang yang bertugas mencari tidak menemukan persembunyiannya.

Pada permulaan permainan, penjaga menghitung angka yang telah ditentukan, biasanya berhitung sampai angka 25, dengan mata tertutup menghadap ke dinding, sementara para pemain sibuk mencari tempat persembunyian. Setelah hitungan mencapai angka 25, maka barulah penjaga mencari target pencarian. Penjaga dilarang untuk berbuat curang, yaitu dengan mengintip di sela-sela hitungannya, ia harus jujur sehingga ketidaktahuannya itu akan menjadi hal yang menarik dalam permainan ini. Para pemain lain pun hendaknya jangan mencari tempat persembunyian terlalu jauh di luar area permainan atau di tempat-tempat berbahaya, seperti tempat-tempat yang memungkinkan adanya binatang berbisa seperti ular ,atau tempat-tempat ketinggian yang berbahaya.

Tempat persembunyian dapat dilakukan di mana saja, asalkan tidak sangat jauh dan keluar area permainan. Bisa bersembunyi, dibalik dinding, di bawah meja, di balik pagar atau sekat, dibalik pohon, atau dimana saja yang dianggap aman untuk tidak diketahui penjaga. Sedangkan sang penjaga berdiri menjaga dinding dan sesekali kesana kemari mencari teman-teman lainnya yang tengah bersembunyi.

Permainan berakhir jika penjaga sudah menemukan semua para pemain yang bersembunyi, namun jika penjaga gagal menemukan persembunyian maka penjaga tetap bertugas untuk menjaga. Penjaga akan merasa gembira jika sudah menemukan peserta lainnya, semakin cepat dia menemukan akan lebih baik, karena nantinya ia akan bergantian posisi menjadi peserta yang bersembunyi, dan hal itu tidak melelahkan fisiknya. Yang tadinya harus kesana kemari mencari teman-teman lainnya, selanjutnya hanya berdiam diri bersembunyi banyak beristirahat dan tidak banyak mengeluarkan suara agar persembunyiannya tidak diketahui penjaga.



Permainan ini lumayan menegangkan jika dilakukan, perasaan was-was para pemain yang bersembunyi sangat kuat, karena tidak ingin persembunyiannya diketahui. Permainan petak umpet ini dapat dilakukan berjam-jam, karena tidak membosankan, juga melatih daya pikir dan kelincahan. Bagi masyarakat sunda atau jawa, permainan ini banyak dimainkan pada waktu sore hari atau ketika malam hari, Nampak anak-anak yang masih polos situ dengan ceria berpakaian mengaji dengan kain sarung yang dililit ataupun mengenakan peci, ketika bulan memancarkan keindahannya ditambah suasana sejuk alami dan keceriaan, sebelum atau sesudahnya aktifitas mengaji di masjid. Menjadikan anak-anak lebih giat lagi pergi ke masjid.

Oleh : Dodi Budiana
Sumber: Keterangan Ibu Nuraini. Pengajar TK Khadijah Banjar Sari, Jawa Barat
Sumber foto : Foto Pribadi Rasel Rosita Dewi, Kota Banjar Sari, Jawa Barat